01 September 2008

Kosakata pada Bulan Ramadan

Kosakata yang merupakan serapan dari kata bahasa Arab, seperti Ramadan,Tarawih, hijriah, Alquran, Nuzulul Quran, dan takwa, frekuensi pemakaiannya meningkat pada bulan Ramadan 1429 Hijriah ini. Versi KBBI Daring menuliskan kosakata itu sebagai berikut:

Ra·ma·dan n bulan ke-9 tahun Hijriah(29 atau 30 hari), pd bulan ini orang Islam diwajibkan berpuasa.

Ta·ra·wih n salat sunah pd malam hari (sesudah Isya, sebelum Subuh) pd bulan Ramadan (bulan puasa);

ber·ta·ra·wih v melakukan salat Tarawih

(konsonan /s/ ditulis dengan huruf kecil, red.)

ra·ka·at n bagian dr salat (satu kali berdiri, satu kali rukuk, dan dua kali sujud): salat Subuh dua --; salat Magrib tiga –

tak·bi·ra·tul·ih·ram Ar n takbir yg diucapkan pd awal salat

1bak·dap sesudah: -- magrib; -- haji; -- gajah waktu sesudah subuh

tak·jil v Isl mempercepat (dl berbuka puasa)

Al·qur·an n kitab suci umat Islam yg berisi firman Allah yg diturunkan kpd Nabi Muhammad saw. dng perantaraan malaikat Jibril untuk dibaca, dipahami, dan diamalkan sbg petunjuk atau pedoman hidup bagi umat manusia

Qur·an n Alquran

Nu·zu·lul Qur·an n Isl turunnya (wahyu) Alquran pertama kali kpd Nabi Muhammad saw. ketika beliau menyepi di Gua Hira pd tanggal 17 Ramadan pd usia beliau yg ke-40 tahun

1tak·wan 1 terpeliharanya diri untuk tetap taat melaksanakan perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya; 2 keinsafan diri yg diikuti dng kepatuhan dan ketaatan dl melaksanakan perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya; 3 kesalehan hidup; ber·tak·wa v menjalankan takwa; ke·tak·wa·an n perihal takwa

1tak·bir n Isl seruan atau ucapan Allahu Akbar 'Allah Mahabesar': menjelang Idulfitri dan Idhuladha orang mengumandangkan --; tak·bir·an n pujian kpd Allah dng menyerukan takbir

Idul·fit·ri n hari raya umat Islam yg jatuh pd tanggal 1 Syawal setelah selesai menjalankan ibadah puasa selama sebulan.

(penulisan Idulfitri dirangkai karena merupakan sebuah kata, red.)

1idn hari raya; perayaan: salat –

(penulisan salat id dengan huruf kecil, red.)

hij·ri·ah a 1 berhubungan dng hijrah; 2 berkenaan dng tarikh Islam yg dimulai ketika Nabi Muhammad saw. berpindah ke Medinah: tahun –

ha·lal·bi·ha·lal n hal maaf-memaafkan setelah menunaikan ibadah puasa Ramadan, biasanya diadakan di sebuah tempat (auditorium, aula, dsb) oleh sekelompok orang: -- merupakan suatu kebiasaan khas Indonesia; ber·ha·lal·bi·ha·lalv bermaaf-maafan pd Lebaran: pd Lebaran kita ~ dng segenap sanak keluarga dan handai tolan.

(penulisan halalbihalal dirangkai karena bukan gabungan kata, red.)

ke·tu·pat n makanan, dibuat dr beras yg dimasukkan ke dl anyaman pucuk daun kelapa, berbentuk kantong segi empat dsb, kemudian direbus, dimakan sbg pengganti nasi; -- bangkahulu ketupat bengkulu; -- bengkulu cak kepalan tangan; tinju.

29 Agustus 2008

Ramadan Versus Ramadhan

Menjelang bulan Ramadan 1429 Hijriah, media massa, baik cetak, online, maupun elektronik (teks dalam televisi,red.) dalam menulis kata Ramadan bervariasi. Salah satu surat kabar ternama terbitan Jakarta menuliskannya [Ramadhan], sementara sejumlah harian di Jawa Timur menuliskannya Ramadan tanpa huruf /h/ sebelum huruf /d/.

Jika kita menulis Ramadan di Google (Jumat, 29 Agustus 2008, pukul 15.55 WIB), mesin pencari ini selain menampilkan tulisan [Urutan 1 - 10 dari sekitar 11,300,000 hasil penelusuran untuk Ramadan] juga memunculkan tulisan [Mungkin maksud Anda adalah: Ramadhan]. Tulisan ini tidak akan muncul bila kita menulis Ramadhan. Mesin pencari ini memberi tahu kepada kita dengan tulisan [Urutan 1 - 10 dari sekitar 3,820,000 hasil penelusuran untuk Ramadhan].

Versi KBBI Daring sebagai berikut :

Ra·ma·dann bulan ke-9 tahun Hijriah (29 atau 30 hari), pd bulan ini orang Islam diwajibkan berpuasa

25 Agustus 2008

Huruf /f/ dan /p/ pada Nafsu dan Napas

Huruf /p/dan /f/ sering digunakan terbalik pada kata nafsu dan napas. Surat kabar, majalah, portal berita, dan teks film pada media elektronik (televisi) sering menuliskan kata napas dengan [nafas] dan nafsu dengan [napsu]. KBBI Daring menganjurkan penulisannya sebagai berikut:

naf·su n 1keinginan (kecenderungan, dorongan) hati yg kuat: krn kecewa, -- nya untuk belajar mulai berkurang; 2 dorongan hati yg kuat untuk berbuat kurang baik; hawa nafsu: tidak mungkin hal baik itu dilakukan tanpa melawan -- pribadi; 3 selera; gairah atau keinginan (makan): ikan asin dan sayur asam menambah -- makan; 4 panas hati; marah; meradang: -- nya meluap ketika melihat saingannya itu; -- nafsi, raja di mata, sultan di hati, pb berbuat sekehendak hati sendiri; -- amarah 1 dorongan batin untuk berbuat yg kurang baik, terutama marah;2 kemarahan; panas hati; -- iblis dorongan batin untuk melakukan tindakan yg mengarah pd kemaksiatan atau kejahatan; -- lawamah dorongan batin untuk mengikuti jalan kebaikan dan kebenaran; -- mutmainah dorongan batin untuk mempertahankan diri dr segala kejahatan krn selalu ingat kpd Allah; -- radiah dorongan batin yg diridai Allah Swt.; -- setan nafsu iblis; -- tabiat ark naluri; insting; ber·naf·su v mempunyai keinginan (dorongan atau gairah hati); ada nafsu; dng nafsu: aku jadi ~ untuk mengusutnya; tidak ~ membeli barang yg mahal-mahal; ia tidak ~ lagi bekerja di kantor itu

na·pas n udara yg diisap melalui hidung atau mulut dan dikeluarkan kembali dr paru-paru: -- nya sesak; -- nya senin kamis, cak sulit bernapas; tersengal-sengal; mengap-mengap (spt orang yg hampir mati); ber·na·pas v mengisap dan mengeluarkan napas: akhirnya ia dapat ~ dng leluasa setelah berhasil keluar dr ruangan yg penuh asap itu; ~ ke luar badan, pb lebih percaya pd pendapat orang lain dp percaya pd pendapat sendiri; ber·na·pas·kan v ki mengandung sifat; menyuarakan: cerita yg ~ keislaman; me·na·pas·kan v mengeluarkan napas; per·na·pas·an n 1 hal bernapas: alat ~ , alat untuk bernapas; uap air panas bisa mengganggu alat ~; 2 penggunaan energi di dl karbohidrat oleh makhluk hidup; se·na·pas n ki sejalan (mempunyai pikiran, teori) yg sama: semua pendapatnya ~ dng teori Kant

06 Agustus 2008

HUT Ke-63 RI

Penulisan ucapan "Selamat Ulang Tahun Republik Indonesia" bila kita perhatikan dengan cermat sangat bervariasi. Menjelang peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia pada tahun 2007, misalnya, ada yang menulis ["Dirgahayu RI Ke-62"], ["Dirgahayu HUT RI Ke-62"], ["HUT Ke LXII Kemerdekaan Indonesia"], dan ["HUT Ke-62 RI"].

Ungkapan yang tepat "DirgahayuRI" tanpa harus disertai ke-62 dan HUT. Kata dirgahayu(bahasa Sanskerta) bermakna 'panjang umur' atau 'berumur panjang'. Dengan demikian, bila katadirgahayu digabungkan dengan HUT bermakna 'selamat panjang umur HUT'. Padahal yang dimaksud dengan ungkapan itu adalah RI bukan HUT.

Begitu pula, penulisan kata bilangan tingkatan yang diletakan sesudah RI (RI ke-62) dapat menimbukan kesan bahwa RI seolah-olah berjumlah 62 atau mungkin lebih. Menjelang tanggal 17 Agustus 2008, kita berharap penulisan ungkapan itu tidak menimbulkan salah tafsir. Oleh karena itu, sebaiknya kita membaca Buku Praktis Bahasa Indonesia Jilid 1 yang diterbitkan Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional Jakarta tahun 2003.

Penulisan ungkapan menjelang hari kemerdekaan RI pada tahun 2008 sebagai berikut: "Dirgahayu RI", "HUT Ke-63 RI", "HUT LXIII Kemerdekaan RI", "HUT Ke-63 Kemerdekaan RI", "Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia", dan "Dirgahayu Kemerdekaan Kita".

02 Juni 2008

Kata Diseminasi Tak Ada dalam KBBI

      Meski kata diseminasi ini ditemukan di Google (www.google.co.id) sekitar 139.000, Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), baik versi cetak maupun internet, belum mencantumkan kata itu.

      Jika kita mencari kata itu melalui KBBI Daring, jawabannya,  "Tidak menemukan kata yang sesuai dengan kriteria pencarian!!!". 

      Sementara itu, dalam Tesaurus Bahasa Indonesia karya Eko Endarmoko, halaman 159, penulisan kata dissemination (bahasa Inggris) menjadi diseminasi, artinya [distribusi, persebaran, sirkulasi].

29 Mei 2008

Frekuensi Pemakaian Kata Syur Meningkat

Frekuensi pemakaian kata syur pada akhir bulan Mei 2008 meningkat. Sejak beredarnya foto Max Moein, anggota DPR RI, di internet, media massa, baik cetak maupun online, menggunakan kata itu sebagai judul berita. Misalnya, Suara Merdeka, Edisi Sabtu Pahing, 24 Mei 2008 memilih judul  [Foto Syur Wakil Rakyat Beredar], Batam Cyber Zone dengan judul [Heboh Pose Syur Anggota DPR RI],  dan media massa lainnya.  Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI),  kata syur berada pada halaman 1115. KBBI mengartikan kata ini sebagai berikut.

 1syurark a 1 sangat menarik hati: jalannya dibuat-buat supaya -- bagi yg memandangnya; 2 sangat tertarik hatinya; sangat suka (akan)

2syurn saran; nasihat; anjuran: jangan sia-siakan -- orang tuamu;
men·syur·kan v menyarankan; menganjurkan: pemimpin organisasi tsb - supaya para anggotanya lebih aktif

Walikota atau Wali Kota; Ibukota atau Ibu Kota?

Saya sempat bingung, ada dua cara penulisan kosa kata itu. Yang pertama, versi Buku Praktis Bahasa Indonesia,  kosa kata itu masuk kategori sebuah kata (walikota dan ibukota). Yang kedua, versi Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kosa kata itu merupakan gabungan kata (wali kota dan ibu kota ). Kemudian, saya bertanya pada Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional melalui Layanan Informasi dan Administrasi Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI). Saya mendapat jawaban dari Forum UKBI bahwa yang betul, wali kota dan ibu kota.

17 April 2008

Pondasi atau Fondasi?

Media massa selama ini tampak tidak seragam dalam menuliskan kata tersebut. Di satu pihak, ada yang menuliskannya dengan awal huruf “p”, di pihak lain ada pula yang menuliskannya dengan awal huruf “f”. Versi Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) menganjurkan kepada kita menuliskannya dengan awal huruf “f”, yakni “fondasi”. Begitu pula, versi Tesaurus Bahasa Indonesia karya Eko Endarmoko menuliskannya dengan awal huruf “f”. Kata fondasi versi KBBI mengandung makna “dasar bangunan yang kuat, biasanya (terdapat) di bawah permukaan tanah tempat bangunan itu didirikan; fundamen”. Dalam Tesaurus Bahasa Indonesia, maknanya tidak sekadar “fundamen”, “dasar”, tetapi juga diartikan “alas”, “basis”, “batu tapakan”, ”landasan”, ”pilar”, “rukun”, “sendi”; “asas”.

07 April 2008

Film Fitna

Pemberitaan seputar film Fitna yang diproduksi oleh Geert Wilders, Ketua Fraksi Partai Kebebasan di parlemen Belanda, ini sempat menghiasi media massa kita.

Bila kita perhatikan secara saksama, penulisan Alquran (Quran) di media massa, khususnya yang memuat berita mengenai film berdurasi 17 menit itu, bervariasi.

Salah satu majalah terkemuka di Jakarta, Alquran ditulis [Al-Quran], sedangkan media cetak yang ada di Provinsi Jawa Tengah penulisannya sesuai dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Edisi Ketiga (2005), yakni Alquran.

06 April 2008

Penggunaan Imbuhan

Kata dasar yang penulisannya sering kurang tepat ketika diberi imbuhan gabungan, antara lain naik, tunjuk, dan kata yang di belakangnya huruf /k/ .

Misalnya, kata dasar naik mendapat imbuhan ke-an, ada yang menuliskannya [kenaikkan]. Padahal prefiks ke- tidak dapat bergabung dengan sufiks –kan.

Prefiks ke- hanya dapat bergabung dengan sufiks -an dan dengan –i pada kata ketahui.

Dengan demikian, penulisannya yang benar adalah kenaikan.

Jika kata dasar itu diberi imbuhan gabungan me-kan, ada juga yang menulis [menaikan]. Prefiks me-tidak dapat bergabung dengan sufiks –an. Penulisannya yang benar adalah menaikkan.

Kalau mendapat imbuhan di-kan menjadi dinaikkan.

Begitu pula, kata naik yang mendapat akhiran –kan menjadi naikkan.

Prefiks

Sisipan

Sufiks

Imbuhan Gabungan

ber-

-el-

-kan

ber-kan

per-

-em-

-i

ber-an

me-

-er-

-nya

di-kan

di-

di-i

ter-

diper-

ke-

diper-kan

se-

diper-i

pe-

ke-an

me-kan

me-i

memper-

memper-kan

memper-i

pe-an

per-an

per-kan

per-i

se-nya

ter-kan

ter-i

04 April 2008

Referensi Kata Bantu Bilangan

batangbagi barang-barang yang bulat panjang bentuknya: pohon, rokok, bambu, pensil, dan lain-lain.

belah

bagi barang-barang yang mempunyai pasangan: mata, telinga, dll.

bentukbagi barang-barang yang dapat dibengkokkan atau dilentur/dilekukkan: cincin, mata kail, gelang, dll.

bidang

bagi barang-barang yang luas dan rata : tanah.

biji

bagi barang-barang yang kecil : mata, kerikil, gundu (buah yang keras untuk bermain), dan sebagainya.

bilah

bagi barang-barang tajam: pisau, pedang, keris, dll.

buah

bagi buah-buahan dan macam-macam benda atau hal yang lain pada umumnya.

butir

bagi benda-benda yang bundar kecil bentuknya: telur, intan, mutiara, beras,dll.

carik

bagi sobekan-sobekan kertas,kain, dan sebagainya.

ekor

untuk binatang.

helai

bagi kertas, daun, baju, kain,dll.

keping

bagi barang-barang yang tipis: papan, mata uang, dll.

kuntum

bagi bunga.

laras

untuk senapan.

orang

untuk manusia.

patah

untuk kata.

potong

bagi bagian-bagianatau potongan dari suatu barang.

pucuk

bagi surat, senapan, meriam.

rumpun

bagi tumbuh-tumbuhan yang tumbuhnya berkelompok: tebu, bambu,dan sebagainya.

tangkai

bagi bunga.

utas

bagi barang-barang yang panjang: tali, benang, rantai,dan sebagainya.

25 Maret 2008

Hindari Pemborosan Kata

Berikut daftar kata atau frasa yang sering dipakai tidak hemat, tetapi banyak dijumpai penggunaannya.

Boros

Hemat

sejak dari

sejak atau dari

agar supaya

agar atau supaya

demi untuk

demi atau untuk

adalah merupakan

adalah atau merupakan

seperti … dan sebagainya

seperti atau dan sebagainya

misalnya … dan lain-lain

misalnya atau dan lain-lain

antara lain … dan seterusnya

antara lain atau dan seterusnya

tujuan daripada

tujuan tanpa daripada

mendeskripsikan tentang

mendeskripsikan tanpa tentang

berbagai faktor-faktor

berbagai faktor

daftar nama-nama

daftar nama

mengadakan penelitian

meneliti

dalam rangka untuk

untuk tanpa dalam rangka

berikhtiar dan berusaha untuk memberikan pengawasan

berusaha mengawasi

mempunyai pendapat

berpendapat

melakukan pemeriksaan

memeriksa

menyatakan persetujuan

menyetujui

Apabila …, maka

Apabila …, tanpa kata penghubung

Walaupun …, namun

Walaupun …, tanpa kata namun

Berdasarkan …, maka

Berdasarkan …, tanpa maka

Karena … sehingga

Karena…tanpa sehingga, atau sehingga tanpa karena …

Namun demikian,

Namun, tanpa demikian atau walaupun demikian

sangat … sekali

sangat tanpa sekali, atau sekali tanpa sangat